Ehm...
Mengapa pengemis & pengamen justru lebih banyak ditemui di Bus Ekonomi daripada Bus Patas AC, di kereta ekonomi daripada di Kereta Executive, di warung pinggir jalan daripada di restaurant ?
Mengapa pengemis & pengamen banyak ditemui di tempat yang justru kebanyakan orangnya adalah yang berekonomi biasa saja ?
Apakah benar orang yang ekonominya biasa saja lebih baik dan murah hati daripada yang kaya ?
Atau lebih karena di tempat ngumpulnya orang kaya pengemis selalu tidak bisa masuk ?