Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

January 8, 2013

Benarkan Investasi Emas Logam Mulia Selalu Menguntungkan ?

Sesuai judul, benarkah investasi menggunakan sarana logam mulia selalu menguntungkan ?

Akhir-akhir ini banyak buku dan orang yang tiba-tiba berinvestasi emas, beberapa dari mereka yakin seyakin-yakinnya bahwa investasi emas selalu menguntungkan untuk jangka panjang. Namun benarkah seperti itu ?

Jika melihat grafik dari www.kitco.com, harga emas untuk 10 tahun terakhir memang meningkat tajam, dan sepertinya tidak pernah ada penurunan yg signifikan.

Begitu pula dari tabel tabel yg diberikan oleh beberapa sumber, tampaknya harga emas per dolar selalu naik dari tahun ke tahun.

Pertanyaannya benarkah investasi emas selalu mengalahkan inflasi ? Benarkah investasi emas selalu menguntungkan ? Bisakah emas selalu mempertahankan daya belinya ?

Tampaknya tidak juga.

Jika kita melihat grafik jauh ke belakang, sekitar 30 tahun lalu, dengan grafik yg sudah disesuaikan dengan standar hidup saat itu, maka yang terlihat adalah, harga emas tahun 80 an masih lebih mahal daripada harga emas hari ini.

Artinya, jika anda membeli emas pada tahun 80 an dan menyimpannya hingga sekarang, investasi Anda negatif bukan positif.

January 1, 2013

Lima cara berinvestasi seperti Warren Buffett

1. Membeli saham sama dengan membeli bisnis
Jika sebuah bisnis berkinerja bagus, harga sahamnya akan mengikuti.;
Bagaimana mengetahui bisnis yang bagus? Pertama-tama, Anda harus mengerjakan PR, yaitu riset fundamental perusahaan tersebut. Sebab, bagi Buffett, syarat mutlak berinvestasi adalah mengerti bisnisnya dulu. Ia berulang kali menolak berinvestasi di berbagai saham teknologi murah karena mengaku tak kenal bisnisnya. “Risiko datang ketika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan,” tuturnya.
Karena itu, Buffett juga menyarankan untuk memastikan kekuatan manajemen perusahaan itu. Menurut buku ‘The Warren Buffett Way', ia punya tiga pertanyaan menyangkut manajemen sebuah perusahaan. Apakah mereka rasional? Apakah mereka mengakui kesalahan? Apakah mereka bisa menahan tuntutan institusi? Buffett tak suka manajemen yang hanya mengikuti arus dan mengkopi kompetitor.


2. Beli perusahaan yang menguntungkan
Buffett lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang membukukan keuntungan dengan konsisten. Artinya, dalam jangka panjang misalnya 10 tahun, perusahaan itu konsisten meraup keuntungan.
Ia pun mengukur tingkat keuntungan perusahaan misalnya dengan melihat return on equity (ROE), return on invested capital (ROIC), dan margin laba perusahaan, lalu membandingkannya dengan perusahaan kompetitor atau industri.
Tapi hati-hati, kadang perusahaan dengan ROE tinggi memiliki utang yang besar pula. Buffett sangat menghindari perusahaan macam ini. Ia pernah bilang, “Jika Anda berada di kapal yang bocor kronis, energi untuk mengganti kapal bakal lebih produktif ketimbang energi untuk menambal kebocoran.”
Catatan:
ROE = laba bersih/ekuitas
Margin laba = laba bersih/penjualan bersih
ROIC = (laba bersih-dividen)/total modal


3. Beli saham bagus di harga murah
Harga adalah apa yang Anda bayarkan, nilai adalah apa yang Anda dapatkan.
Jadi, belilah selalu saham yang harganya lebih murah daripada nilai sebenarnya. Ini prinsip utama Buffett yang ia pelajari dari guru favoritnya, Benjamin Graham. Caranya adalah cermat memperhatikan fluktuasi pasar dan memanfaatkannya. Ketika pasar serakah, Buffett cenderung menahan diri. Tapi sebaliknya, begitu pasar takut, ia mulai menebar jala berburu saham bagus tapi murah. Strategi kontrarian ini mudah diucapkan tapi pada kenyataannya sulit diterapkan. Sebab, lazim terjadi emosi dan kepanikan akan menyergap investor di tengah situasi buruk.


4.Berinvestasi jangka panjang
"Belilah hanya sesuatu yang Anda akan benar-benar senang memegangnya jika pasar tutup selama 10 tahun.
Ketika membeli sebuah saham, Buffett berpatokan akan menyimpannya dalam jangka panjang bahkan seumur hidupnya. Ia menyimpan sejumlah saham yang tak pernah ia jual sampai sekarang seperti Coca-Cola, GEICO, dan Washington Post.

5. Economic moat
Buffett menemukan istilah baru ini, yang secara harafiah berarti parit perlindungan ekonomi. Tapi yang dimaksud Buffett adalah perusahaan yang punya keunggulan kompetitif.  Perusahaan bertipe economic moat dapat melindungi bisnisnya dari kompetitor karena ia punya kelebihan tersendiri.
Kelebihan ini bisa berupa merek yang kuat, paten, atau posisi geografis. Memakai prinsip ini, Buffett membeli McDonalds, Coca Cola, dan P&G.


sumber : kontan.co.id

February 28, 2009

Waduh, harga emas naik lagi

Wadoh... kok harga emas naik lagi yak...
data dari www.logammulia.com untuk 27 Februari 2009 harga emas per gram = Rp 367.000,00
Selain karena harga emas dunia sedang naik dibanding dolar $939.60 /troy ounce, harga dolar juga sednag tinggi dibanding rupiah. Makanya harga emas jadi menggila..

Duh... turun dulu doong... bentar aja, biar sempat beli dulu <-- doanya egois :D

February 23, 2009

Tips Menghindari Pajak Bunga Tabungan

Hehe...
barangkali ini tips yang... sepertinya sih legal, soalnya gak melanggar hukum kok :)

Ceritanya gini, Aku sudah lamaaaa punya tabungan di bank, namun setiap bulan justru mendapati bahwa tabunganku di Bank justru tekor terus karena biaya administrasi > bunga yang kuterima (karena isi tabungannya ga ada, otomatis bunganya kecil T__T ).

Itu inflasi belum diperhitungkan lho, jika inflasi ikut dihitung... Nabung di Bank bukannya untung malah rugi tergerus inflasi deh :D Karena Seperti kita ketahui, bunga tabungan biasanya selalu dibawah tingkat inflasi (CMIIW).

Nah, bulan kemarin, pertama kalinya dalam sejarah, akhirnya bunga tabungan mengalahkan biaya administrasi ! Horray !

Mata berbinar melihat angka yang cantik tersebut akhirnya mengalahkan angka jelek Rp 9000 (biaya administrasi tabungan)...
Tapi sejenak kemudian, mata menumbuk kepada angka aneh di kolom yang sejajar dengan si angka jelek 9000. Angkanya aneh dan tidak biasanya ada di situ... kucarilah sandi dari angka jelek ini, dan ternyata... dia adalah pajak tabungan..

Wah wah.. baru kali ini kena pajak atas bunga tabungan T__T Dan gara-gara pajak ini, keuntunganku tinggal beberapa rupiah saja... Karena setelah dihitung, bunga - (pajak + biaa administasi ) = beberapa rupiah saja... hiks...

Nah, karena itu, aku kemudian googling, mencari tahu berapakah batas minimal tabungan agar dikenai pajak ? atau lebih tepatnya 'Berapakah besar tabungan maksimum tanpa terkena pajak?' Karena sebelum-sebelumnya kan gak kena pajak, berarti kalo jumlahnya masih di bawah N rupiah, pastinya ga kena pajak tuh :p

Dan akhirnya menemukan link undang-undang pajak ini Atau bagi yang malas mengunjungi situs itu saya petikkan informasi pentingnya :

"Pasal 3
Pengenaan Pajak Penghasilan atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank
Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah sebagai berikut :
a. dikenakan PPh final sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto, terhadap Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap;"


dan

"Pasal 4
Pemotongan PPh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tidak dilakukan terhadap :
a. bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia, sepanjang jumlah
deposito dan tabungan serta Sertifikat Bank Indonesia tersebut tidak melebihi Rp
7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah);"


Dan tampaknya memang benar... :)

So.. besok-besok kalo jumlah tabungannya seudah lebih besar dari itu, mau kupindahin aja :D

Oh ya sekedar info nih...
Pembukaan deposito di Bank ku minimal 8 juta rupiah, berarti kena pajak dong... nah, untuk itu cari deposito yang isa membuka lebih kecil dari itu, contohnya deposito BNI sariah yang minimalnya hanya Rp 1 juta rupiah, dan lagi bagi hasilnya (paling tidak dalam beberapa bulan terakhir ini ) justru lebih bagus daripada bunga deposito konvensional. Udah halah, besar pula :)

Kalo tabungan sudah mencapai sekitar 7.5 juta, pindahkan aja ke Deposito dengan nominal deposito dibawah 7.5 juta.. biar punya banyak deh nanti, bayangkan kalo tiap abis gajian langsung buka deposito syariah baru, wuih gak kerasa cepet banyak tuh...

Kalo deposito udah banyak, ntar tinggal dibelikan emas atau reksadana.. atau saham sekalian :)

September 25, 2008

Emas Sebagai Penangkal Inflasi

Banyak orang percaya emas adalah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Dan memang, sejarah membuktikan emas akan diborong orang apabila terjadi kepanikan yang bisa membahayakan ekonomi negara, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau perang.

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa menggerogoti uang Anda. Kalau asumsi inflasi 15 persen/tahun, maka harga barang & jasa yang sekarang bernilai Rp 5 juta, akan menjadi Rp 10,06 juta atau dua kali lipat pada tahun ke-6, dan Rp 15,3 juta atau tiga kali lipat pada tahun ke-9, dan seterusnya.

Menurut keparahannya, ada tiga tipe inflasi:

1. Inflasi Moderat, yaitu apabila laju inflasi hanya berada di bawah dua digit per tahun (di bawah 10 persen)
2. Inflasi Ganas, yaitu apabila laju inflasi berada pada dua digit per tahun (10 persen - 99 persen)
3. Inflasi Hiper, yaitu apabila laju inflasi berada pada tiga digit per tahun (100 persen atau lebih)

Tulisan ini akan membahas tentang apa yang bisa Anda lakukan agar bisa menghadapi inflasi. Bila Anda bukan termasuk pengambil keputusan di pemerintahan, Anda mungkin tidak bisa ikut menurunkan tingkat inflasi. Yang bisa Anda lakukan sebagai individu, hanyalah bagaimana agar Anda bisa mengambil ‘keuntungan’ dari terjadinya inflasi tersebut. Bagaimana caranya? Saya menyarankan agar Anda melakukan investasi pada instrumen yang akan naik pesat apabila terjadi inflasi tinggi. Apa itu? Emas.

Ketika Cina diserbu Jepang pada masa Perang Dunia, rakyat Cina panik dan mereka berbondong-bondong menyerbu emas sehingga harga emas naik luar biasa. Di Indonesia, pada saat terjadi rush kebutuhan pokok di pasar swalayan pada 8 Januari 1998 (pagi hari sebelum pengumuman APBN oleh Presiden Suharto di hadapan DPR), harga emas juga langsung melonjak. Dalam selang satu dua hari saja, harga emas langsung naik kurang lebih sebanyak 1,5 kali. Dan harga tersebut, walaupun secara fluktuatif, cenderung naik terus waktu itu –sebelum akhirnya turun lagi ketika inflasi kembali berada di bawah dua digit.

Fakta membuktikan, bila terjadi inflasi tinggi, harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi kenaikan harga emas. Statistik menunjukkan bahwa bila inflasi mencapai 10 persen, maka emas akan naik 13 persen. Bila inflasi 20 persen, maka emas akan naik 30 persen. Tetapi bila inflasi 100 persen, maka emas Anda akan naik 200 persen. Inilah kenapa Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam bentuk emas. Ini karena emas dipercaya sebagai investasi penangkal inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin baik kenaikan nilai emas yang Anda miliki. Tetapi, patut dicatat bahwa harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah, bahkan cenderung sedikit menurun apabila laju inflasi di bawah dua digit. Jadi, emas hanya akan bagus bila terjadi inflasi moderat (dua digit), dan akan lebih bagus lagi bila terjadi inflasi hiper (tiga digit).

Investasi emas

Emas tersedia dalam beberapa pilihan. Beberapa di antaranya yang paling dikenal adalah emas perhiasan dan emas batangan. Satu yang juga mulai populer di Indonesia adalah koin emas.

Bila Anda berinvestasi emas untuk jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau bentuknya emas perhiasan. Ini karena kalau Anda datang ke toko dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas plus ongkos pembuatannya. Nah, ketika suatu saat Anda menjualnya kembali, maka toko tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Ia hanya akan membayar harga emasnya saja. Malah, masih untung sebetulnya kalau toko mau menerima emas perhiasan Anda. Beberapa toko kadang-kadang menolak penjualan emas perhiasan dari masyarakat. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah karena mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku lagi apabila dijual. Jadi, kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut.

Karena itu, investasi dalam bentuk emas perhiasan lebih untung kalau disimpan untuk jangka panjang. Karena biasanya harga emas Anda sudah naik jauh dibanding ketika Anda membelinya.

Emas perhiasan tersedia dalam berbagai macam karat, di antaranya 18 - 24 karat. Untuk investasi, alangkah baiknya bila Anda memilih emas perhiasan senilai 24 karat. Ini karena kemungkinan emas perhiasan Anda bisa dijual kembali jauh lebih besar dibanding emas perhiasan yang 18 karat. Sekali lagi, investasi dalam bentuk emas perhiasan biasanya baru akan memberikan hasil yang menguntungkan dalam jangka panjang, bukan jangka pendek.

Investasi emas yang menurut saya cukup baik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia). Emas ini cukup baik bila dijadikan investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan -berbeda dengan emas perhiasan- mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.

Lainnya adalah Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Maksudnya, dari koin emas ini diharapkan bisa sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah Haji.

Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emasnya sama saja. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Bahkan, penamaan ONH pada Koin Emas tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam pemasarannya.

Koin Emas ONH dapat dibeli dan dijual kembali di cabang-cabang PT Pegadaian di seluruh Indonesia, toko emas, dan unit pengolahan dan pemurnian logam mulia PT Aneka Tambang Tbk. Ukurannya mulai dari berat 1, 5, dan 10 gram.


Dikutip dari detikcom. Ditulis oleh Safir Senduk.

September 18, 2008

Beli Emas lagi

Horee... dapet THR... :)
THR kali ini... sebagian dikasihin ke ortu.. sebagian lagi dibuat beli koin emas 24 karat lagi.. fiuh, akhirnya kesampaian juga beli koin emas lagi :)

Seperti diketahui... beberapa bulan terakhir, harga emas turun jauh dari waktu aku beli pertama kali.

Sempat ngerasa, 'wah rugi nih beli emas' tapi ternyata (semoga) tidak :)
Harga emas waktu naik kemarin, emang gara-gara didorong oleh naiknya harga minyak bumi yang fantastis... dari di bawah $100 menjadi sempat $146. Nah ketika harga minyak bumi turun lagi di bawah $100, akhirnya harga emas jatuh juga...

so kemarin saat yang tepat untuk membeli emas untuk investasi jauh ke depan :)

Sayangnya.. rupiah sedang melemah terhadap dolar, jadi harga emas koin turunnya tidak jauh beda... padahal kalo harga dolar jatuh terhadap emas.. dan rupiah sedang menguat terhadap dolar.. harga emas bisa murah banget tuuh :p

Kemarin dapet koin emas 24 Karat seharga Rp 244.000,- / gram (pada saat itu, ketika lihat harga di website logammulia, harga emas 24 karat sudah mencapai Ro 254.000,- ). Beli di toko emas Prau di Parakan, Temanggung... (nitip ama Ibu :p ) dan dapat sertifikat juga. Di situ juga ada koin emas ONH yang beratnya 3 gram...

Dan sekarang harga udah naiiiiiiiik... kalo dilihat di www.logammulia.com harga per gram sudah mencapai Rp 265.000,- hi hi hi.. dalam beberapa hari aja udah naik banyak :)

Tapi gak akan kujual ding emasnya... mau dijadikan sebagai pengaman aset :)
Siapa tau krisis global ini benar-benar akan terjadi :p

Doain yaa.. cepetan dapet duit lagi biar bisa beli emas lagi :p

kalo pengin tau harga emas update bisa lewat :
www.kitco.com
atau
www.logammulia.com

Selamat berinvestasi di dalam emas :)

April 15, 2008

Mega Profit

Sering mendengarkan PAS FM Jakarta ?
Pernah denger iklannya stock investment for mega profit ?

Katanya "Dengan uang 3.5 juta dalam 3 bulan bisa menjadi 2 Milyar"
dan kemudian di akhir iklan bilang "Puluhan ribu orang telah mendatangi seminar ini dan merasakan manfaatnya"

1. Kalo dia memang bisa menghasilkan uang 2 milyar dgn modal 3.5 juta dalam waktu tiga bulan, mending aku nitip aja uang 3.5 juta... ntar hasilnya dibagi... gak usah dibagi dua deh... aku dapet 10 juta (2% nya dari 2 Milyar) juga gpp !

2. Puluhan ribu orang udah datang ke seminar, berapa orang ya yang mendapat 2 Milyar ?
kalo 10% nya aja dapet 2 Milyar.. berarti pasti banyak orang kaya baru doong...


silakan menyimpulkan sendiri :p

The Dollar Hasn't Bounced.

This article taken from goldmoney


I first presented the following chart with its downward pointing arrow in my alert on November 11, 2007, and made the following observation. "When taken together, the eerie calm as the dollar collapses and the arrow in the above chart pointing to the building downside momentum suggest that the dollar is nowhere near its final low."



I drew the downward pointing arrow back then purposefully. All the signs indicated to me that years of dollar mismanagement were finally taking its toll. I concluded that the dollar was heading for a major collapse that would culminate in a currency crisis by this summer, which is the time frame indicated by the arrow.

Anyone who has read these alerts or the book I co-authored with John Rubino knows that I am expecting a total collapse in the dollar. As I have said many times, the dollar is on the road to the fiat currency graveyard. But the question I am always asked is when will it get there? When will it collapse? The answer is in the above chart – this summer.

The dollar of course has been collapsing for years. Inflation has eroded its purchasing power, and inferior assets on bank balance sheets have debased its quality. What's more, rather than being left unfettered as a neutral tool for use in global commerce by one and all – which is the role required of the world's reserve currency – U.S. politicians have turned the dollar into an imperial weapon to extend their influence, further undermining its usefulness as currency. So it is not surprising that the Dollar Index has declined 41% from its peak on July 5, 2001, nor is what is happening now a surprise. Maybe I should say what isn't happening now. The dollar hasn't bounced.

We can see on the above chart the dollar's steep drop from December 20, 2007 to March 17, 2008. Under intense selling pressure, the dollar fell on 40 of these 60 trading days from 77.79 to its record low of 71.46. That 8.1% drop equates to a breathtaking 50% annual rate of decline. After a drop like that, one would expect a bounce in normal circumstances, just like the dollar bounced after the other huge drops that we can see on the chart. But it didn't happen. Why not?

One can only conclude that these are not normal circumstances. In other words, I think we have reached the 'tipping point'.

More people want out of the dollar than those who are willing to hold it. The final collapse of the dollar begins now. It will I expect play out over the next three to six months, culminating in a major dollar crisis.

I have been waiting for two events in particular to signal that the final collapse of the dollar had begun. One was for the Dollar Index to make a new record low by breaking below 78.30, which it did just a few weeks before I drew the arrow in the above chart last November. The other event was for gold to break above $1,000, which I anticipated would happen this year. Gold did briefly break above $1,000 last month before being beaten back down below that much-watched level by the gold cartel. I recommend reading the article in the current issue of Investor's Digest by John Embry of Sprott Asset Management describing this brief encounter with $1,000.

So the gold cartel once again 'circled the wagons', just like it has done for years at other critical price levels. It temporarily put a lid on gold, thereby keeping it from rising in order to blunt gold's signal that severe problems with the dollar are building. This activity by the gold cartel will be a major topic in next week's conference sponsored by the Gold Anti-Trust Action Committee. GATA's international press release announcing this important conference can be found at the following link: http://www.gata.org/node/6226. Extensive documentation about government intervention in the gold market is available free on GATA's website.

Regardless of these recent price capping activities by the gold cartel, there is an important message about recent events embedded in the price action of the above chart. Despite all the central bank intervention, despite the repeated declaration of the so-called "strong dollar" policy, despite all the maneuvering by the Federal Reserve to remove inferior assets off over-leveraged bank balance sheets, despite all the tough talk about being vigilant to "fight inflation", the dollar hasn't bounced. None of these things have helped strengthen the dollar's exchange rate to the world's other major currencies. To me that means the front gate of the fiat currency graveyard is wide open, and the grim reaper is waiting for the dollar to enter on the next new low in the Dollar Index. When that happens, it won't take long for gold and silver to climb back above $1,000 and $20 – and this time stay there.

Published by GoldMoney
Copyright © 2008. All rights reserved.
Edited by James Turk, alert@goldmoney.com

April 14, 2008

Emas di ANTAM habis...

Wuiiih... ngeri gak sih...
Emas 24 karat (logam mulia) di ANTAM (Aneka Tambang) Jakarta si "pabrik emas" bisa habis...

Kalo kita beli sekarang, baru jadinya 10 hari kemudian...

Wuih... kayaknya orang-orang baru berebut beli emas nih.. udah pada nyadar akan bagusnya investasi emas kayaknya :p

Kata Pak James Turk sih, harga emas bakalan menembus $1000 tahun ini :) :) :)

Duuuh... tgl 25 kok lama banget yaaa... pengin gajian lagi niiih.. biar bisa beli lagi...

kayaknya di Magelang masih ada koin2 itu deh.. kemarin pas Ibuku nanya, di sana masih ada koin2 emas... yang borobudur juga ada :p

Doain ya, biar bisa beli dengan harga wajar dan bisa beli pas harga emas lagi turun :)

Bagi yang pengin tahu harga emas dan ketersediaannya, bisa hubungi no telepon ANTAM ( Logam Mulia )di : 0214757108 ext 145-146

Kalo alamat ANTAM (Logam Mulia) ada di :
Jl. Pemuda - Jl. Raya Bekasi KM.18
Pulogadung, Jakarta 13210

atau untuk ANTAM (Logam Mulia) Surabaya :
no telepon : (031) 5491868 / 5491723
Alamat : Jl. Genteng kali 67 B, Surabaya


--- tambahan


Cara membeli / Transaksi Pembelian Gold Bar Logam Mulia di PT ANTAM ( Aneka Tambang )

1. Masuk melalui pintu Lobby
2. Customer menuju mesin antrian untuk mengambil nomor antrian
3. Customer menunggu diruang tunggu, hingga nomornya dipanggil oleh pihak Marketing
4. Customer menuju counter untuk melakukan transaksi jual/beli
5. Customer kembali menuju mesin antrian kasir dan menunggu hingga nomornya dipanggil oleh kasir
6. Customer menuju kasir untuk melakukan pembayaran (Cash/Debit/Transfer)
7. Setelah selesai melakukan pembayaran customer menuju loket 6 atau loket 7 untuk menyerahkan faktur
8. Customer dipersilahkan menunggu kembali hingga "Namanya" dipanggil untuk pengambilan barang diloket 6 atau loket 7
9. Customer melakukan pengambilan barang.

April 9, 2008

Investasi Emas (bag. 3)

Koin Emas
prev post


Horray.... akhirnya kebeli juga emas nya :)
Kata ibu ku kemarin habis beli koin emas bergambar Rudy Hartono (Legenda pemain bulu tangkis Indonesia)... katanya sih 10 gram.

So ceritanya, karena waktu malam hari sebelumnya aku nelpon Ibuku dan minta "Mah tolong tanyain lagi ya logam mulianya, siapa tau udah ada". Akhirnya Ibuku kepikiran untuk menelpon ke toko emas - toko emas di Magelang, dan kebetulan di salah satu toko emas itu (Toko Mustika) ternyata ada barangnya... tapi untuk harga dan beratnya hanya si Bos yang tau. - Sepertinya untuk membeli logam mulia (emas 24 karat) agak diperlakukan spesial, kalo biasanya beli emas perhiasan yang melayani adalah pelayan toko, kalo beli emas murni gini biasanya langsung si pemilik toko (Ibuku bilang, sampai dikira istri pejabat - padahal cuma beli 10 gram :D )

Setelah itu, karena penasaran dan takut ditipu oleh si penjual emas -- karena sebelumnya belum pernah dengar ada emas yang bergambar Rudy Hartono, aku check di internet, ternyata banyak yang menginfokannya salah satunya di sini.

Dari berita tersebut, emas itu berasal dari GoldQuest - anggota dari quest.net ... dan setelah kucari lebih dalam lagi ketemu bahwa ternyata koin tersebut termasuk dalam MLM GoldQuest... so kalo mau beli harus jadi anggota dan harga yang dibayar untk jadi anggota adalah beberapa kali harga emas tsb ($500) baca di sini Wew....

Untungnya ibuku sih belinya di toko emas.. dan harganya cuma Rp277 / gram... :)

so... kasihan banget ya yang udah beli emas itu seharga $500 tapi dijual kurang dari Rp277rb/gram (dengan asumsi si toko emas sudah mengambil untung)...

Humm.. jadi penasaran pengin liat bentuknya... :p

Katanya sih koin emas ini juga patut dikoleksi, karena jumlahnya hanya 10.000 keping dan ada sertifikatnya.

Dan kalo bisa beli dengan harga wajar sih... aku seneng-seneng aja beli yang seperti ini (tanpa bayar mahal tuk jadi anggota / member ) :p
Dan kalo membeli emas dengan harga wajar dan ada barangnya, tanpa ada unsur penipuan, bukannya halal ya ? Gimana pendapatmu? (soalnya pernah ada kasus di emas GoldQuest dengan salah satu pihak NU, dan pernah diharamkan oleh beberapa pengurus NU )

Untuk keterangan mengenai gold coin collection dari quest.net bisa lihat di sini

April 7, 2008

Investasi Emas (bag. 2)

prev post

Wah wah... ternyata investasi emas gak segampang yang kukira...
ternyata... sulit juga :D

Aku sudah nitip ke Ibuku untuk membeli emas 24 karat (logam mulia) di daerah tempat tinggalku. Tapi ternyata barangnya tidak ada alias kosong...

Bisa jadi karena harga emas sedang fluktuatif, si toko emas menahan barang takut menjual terlalu murah...

Akhirnya setelah bertanya kepada kawan ayahku yang punya toko emas, dianjurin untuk membeli "emas lama" yaitu emas perhiasan, yang modelnya kuno sehingga biaya pembuatannya tidak dihitung waktu kita membeli...

Yah.. gimana lagi... terpaksa deh beli yang itu...
Soalnya kemarin sudah sempat jalan-jalan ke Mall di Jakarta juga, tapi tampaknya yang di mall sih kebanyakan gak jual emas nya... tapi lebih menjual merek dan cara membuatnya jadinya harganya mahal banget...

Oh ya.. harga si emas lama itu, kalo di daerahku di Temanggung sih sekitar 200rb/gram... lumayan kaan... katanya sih 22 Karat...

Doain ya, biar harga emas stabil :)

next post

April 3, 2008

Investasi Emas (bag. 1)

Beberapa waktu lalu, saya terpikir untuk berinvestasi dalam logam mulia emas.
Waktu itu bulan Oktober 2007 harga emas saat itu kalo gak salah sekita 240rb/gram... dan saya punya keyakinan bahwa harga akan naik hingga kisaran 280rb/gram.

Sayangnya, saat itu saya sama sekali gak punya uang lebih untuk beli emas...
karena itu saya hanya bisa ikut memandangi pergerakan harga emas (sambil menangis).

Waktu itu, saya sudah merekomendasikan kepada beberapa teman saya untuk membeli emas, namun kebanyakan tidak membeli, entah karena tidak percaya ataupun karena sedang tidak ada uang lebih...

Dan ternyata benar... harga emas bulan maret Februari kemarin menyentuh Rp280rb/gram... hiks... cuma bisa liatin doang... coba waktu itu beli emas trus dijual lagi... kan lumayan tuh capital gain nya T_T

Nah... bulan ini... entah karena apa... saya dapet "uang kaget".. nilainya lumayan buat orang susah seperti saya.
Karena itu, langsung kepikiran untuk berinvestasi...
Ada dua macam investasi yang terpikirkan, yaitu investasi dalam saham dan investai dalam emas.

Mengapa dua itu ?

1. Saya sudah punya unit-link (investasi reksadana saham + asuransi) yang ternyata (agak) kusesali. Mengapa? Karena nilai uang saya di unitlink ini tinggal setengah. Hiks...
Kenapa tinggal setengah ? karena beberapa persen dari uang yang saya setor tiap bulan ditujukan untuk membayar asuransi(premi). Padahal dulu waktu ikut itu kan penginnya 100% investasi saja... ya udah lah gpp...

2. Kenapa gak reksadana ? Humm... setelah baca bukunya Warren Buffet (investor paling sukses, orang terkaya di dunia - sudah mengalahkan Bill Gates dlm jumlah kekayaan probadi) dan buku intelligent investor, katanya sih tiap orang bisa investasi sendiri, asalkan.. "cerdas".

3. Kenapa gak ditabung / didepositokan ? Karena menabung itu merugikan... kalo dulu waktu kecil dibilang salah satu keuntungan menabung di Bank adalah "mendapatkan bunga" maka ketahuilah bahwa bunga yang diberikan oleh Bank (bahkan bunga deposito) lebih kecil dari inflasi... nah lo..

Tapi, tentu saja, masih lebih baik ditabung di Bank daripada ditaruh di bawah bantal yang udah kena invlasi, ga dapet bunga pula... Dan lagi, bagi saya sih, menabung di Bank memang bukan untuk investasi, tapi lebih untuk kemudahan. Bisa belanja pake kartu, bisa beli pulsa, gampang transfer uang, membayar tagihan telepon dst.

So.. akhirnya googling deh.. cari website yang membahas investasi emas... dan langsung ketemu di http://www.investasi-emas.info
Website ini dikelola oleh Pak Palaloi yang juga sudah menulis buku berjudul "Keunikan Investasi Emas".
Melalui website tersebut, kita bisa bertanya langsung kepada Pak Palaoi untuk berkonsultasi tentang investasi di logam mulia.

Karena niat sudah menggebu (kalo gak segera diinvestasikan, pasti uangnya segera habis... buat beli monitor baru, beli baju baru, sepatu, makan enak, dst...) maka langsung ke Gramedia dan menemukan buku yang dimaksud di bagian "investasi"
Harga bukunya sekitar 54rb (kalo gak salah), dan hari itu juga langsung dibaca habis...

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini...
Diantaranya adalah bahwa tujuan investasi emas, salah satunya untuk melindungi aset kita dai invlasi dan gonjang-ganjing ekonomi yang tak menentu.
So... ternyata masalah capital gain malah menjadi "tujuan ke dua" :)

bersambung ...