Daftar Channel Frequensi Radio FM di Jakarta (diurut berdasarkan Frequensi) :
Hard Rock FM - Frekuensi 87.6 MHz
Mustang - Frekuensi 88.0 MHz
Arief Rahman Hakim /Global Radio - Frekuensi 88.4 MHz
RRI Jakarta Pro 3 - Frekuensi 88.8 MHz
Green Radio - Frekuensi 89.2 MHz
i-Radio - Frekuensi 89.6 MHz
Elshinta - Frekuensi 90.0 MHz
Cosmopolitan - Frekuensi 90.4 MHz
Suara Gema Pembangunan Utama /SP FM - Frekuensi 90.8 MHz
RRI Jakarta Pro 1 - Frekuensi 91.2 MHz
Indika Milenia - Frekuensi 91.6 MHz
Sonora - Frekuensi 92.0 MHz
PASS - Frekuensi 92.4 MHz
RRI Jakarta Pro 4 - Frekuensi 92.8 MHz
MD Radio - Frekuensi 93.2 MHz
Gaya FM - Frekuensi 93.6 MHz
Ben's Radio - Frekuensi 93.9 MHz
Sunz FM - Frekuensi 94.0MHz
Women - Frekuensi 94.3 MHz
U FM - Frekuensi 94.7 MHz
dosQradio - Frekuensi 94.9 MHz
KIS - Frekuensi 95.1 MHz
As Syafiyah - Frekuensi 95.5 MHz
Smart - Frekuensi 95.9 MHz
MQ 96.0 MHz
Pelita Kasih - Frekuensi 96.3 MHz
Swara Rhadana Dunia / Rhadio A - Frekuensi 96.7 MHz
Dangdut TPI - Frekuensi 97.1 MHz
Otomotion - Frekuensi 97.5 MHz
U FM - Frekuensi 97.7 MHz
Suara Metro - Frekuensi 97.9 MHz
Radio Kayu Manis - Frekuensi 98.1 MHz
Cakrawala Gita Swara - Frekuensi 98.3 MHz
Gen FM - Frekuensi 98.7 MHz
NTR Radio - Frekuensi 98.8 MHz
Delta - Frekuensi 99.1 MHz
Ninetyniners FM Jakarta 99.9 MHz
Female - Frekuensi 99.5 MHz
Jak-FM - Frekuensi 101.0 MHz
Trax FM - Frekuensi 101.4 MHz
Bahana - Frekuensi 101.8 MHz
Prambors - Frekuensi 102.2 MHz
Camajaya Surya Nada - Frekuensi 102.6 MHz
Pop - Frekuensi 103.0 MHz
Taman Mini / Radio T - Frekuensi 103.4 MHz
Pesona Gita Anindita - Frekuensi 103.8 MHz
El Gangga - Frekuensi 103.9 MHz
MS Tri - Frekuensi 104.2 MHz
NSP FM - Frekuensi 104.5 MHz
Trijaya - Frekuensi 104.6 MHz
RRI Jakarta Pro 2 - Frekuensi 105.0 MHz
Niaga Chakti Bhudi Bhakti / CBB - Frekuensi 105.4 MHz
LiteFM / Ramako - Frekuensi 105.8 MHz
Bens Radio - Frekuensi 106.2 MHz
Sabda Sosok Sohor / Muara FM - Frekuensi 106.6 MHz
Music City - Frekuensi 107.5 MHz
Suara Metro 911 - Frekuensi 107.8 MHz
Jalasveva Jayamahe / JJM - Frekuensi 108.0 MHz
February 21, 2011
February 4, 2011
Cincin Platina vs Emas vs Titanium vs Tungsten vs Keramik (part 1)
Berawal dari keinginan lama (sejak kecil), bahwa aku pengin cincin nikahku menggunakan bahan titanium. Karena aku ga suka warna kuning emas, dan ga suka emas ( ga tau kenapa ) dan satu lagi, aku ga boleh pake emas, maka berburulah cincin nikah Platina.
Mulai dari di situs forum kaskus.us, www.google.com, ask.yahoo.com dst.
Berikut adalah isi thread saya di kaskus :
Dari hasil pencarian di dunia maya, aku mendapatkan info bahwa di Jakarta yg jual cincin platinum cuma di salah satu toko perhiasan di Mall Plaza Indonesia dan toko Kaliem di Melawai, Blok M. Di Jakarta susah sekali mencari perhiasan platina.
Akhirnya, weekend saya (dan pacar saya) ke toko Kaliem dengan objective : Menanyakan seluk beluk cincin platina, mulai dari harga, kadar, garansi, harga jual, harga beli dst. dan juga mencari alternatif selain platina.
Dan benar saja, hampir tiap toko emas dan perhiasan di Blok M square dan melawai plasa kami tanya, dan hanya toko Kaliem ini yg bersedia memesankan cincin platina. Wow...
Di toko kaliem ini, kami dilayani oleh langsung dua orang... (mungkin karena dikira langsung mau beli platina, padahal mau nanya-nanya dulu :p ), dan pelayanannya sangat baik. Ramah dan jujur (ini yg penting). Karena kita beli logam mulia (platina/emas), jangan sampai dibohongi. Perlu diketahui, rata-rata toko emas Jakarta mengatakan bahwa emas 22 karat = 75%, jiah... dikiranya orang bodo apa yak, dan di toko Kaliem ini jujur.
Perlu diketahui, kadar emas murni itu 24 karat. so kalo kadarnya 22 karat artinya 22/24 = 91.6 %. Nah lho, trus 75% itu berapa karat dong ? Hitung aja lagi... 75% = 75/100 = 18/24 karat. Jadi emas dengan kadar 75% = 18 karat.
Apa artinya kadar 75% kadar 91.6% apa pengaruhnya ? Bagi yg berniat membeli emasnya sangat berpengaruh. emas 75% berarti berat emasnya hanya 75% dari berat perhiasan. So misalnya punya cincin 10 gram dengan kadar 75%, artinya emas kamu cuma 7.5 gram. Nah... trus sisanya apa dong ? sisanya campuran logam lain yg lebih keras.
Emas putih biasanya merupakan campuran emas dengan nikel, mangan, atau palladium.
Emas kuning biasanya merupakan campuran emas tembaga dan perak.
Ada lagi warna emas merah, ungu dan hijau, tergantung bahan pencampurnya mulai dari alumunium hingga seng.
Logamnya macam-macam, bisa tembaga, nikel, paladium, aluminium, perak dst. Masing-masing logam campuran ini memberikan warna akhir yg berbeda-beda.
Trus kenapa dicampur segala ? kok ga emas 100% saja untuk cincin / kalung / gelang ? karena sifat emas yg lunak, jadi kalo cincin kamu 24 karat, maka akan mudah bengkok-benkok, karena emas memang logam lunak :)
Back to topic, trus apa masalahnya ?
Sebenarnya ga ada masalah, asal kamu tau apa yg kamu beli. Maksudku, ketika kita pengin emas 22 Karat dan kita diberi emas 91.6% ga ada masalah, begitu juga ketika kita minta emas 18K diberi 75% ga ada masalah. Yang jadi masalah ketika kebanyakan toko emas bilang bahwa 22 Karat = 75%, yang tentu saja tidak benar.
Terus terang saat itu sempat merasa "wow murah sekali emas di Jakarta ?". Parameter murahnya karena saya bandingkan dengan harga emas internasional di www.kitco.com atau di www.logammulia.com.
Ketika itu saya nanya berapa harga emas 22 Karat, dan dikatakan sekitar Rp 290.000,- ini tentu sangat murah karena harga emas di internasional masih sekitar Rp 380.000,- per gram. Hitung-hitungannya, 22/24 * Rp 380.000 = Rp 366.400 berarti murah banget kan !
Nah di sinilah kita perlu hati-hati, jangan tergiur dengan harga murah... akhirnya nanya deh, 22K itu = 91.6 kan ? dan ternyata mereka bilang 22K = 75% (yg harusnya 75% = 18K). Nah lo.. pantesan... kalo 18 karat sih berarti harganya wajar ...
Hitungannya 18/24 * 380.000 = 288.400 yang berarti tidak jauh dari harga yang ditawarkan, Rp 290.000.
Untung ga tergiur kan.. bayangkan kalo merasa sudah "merasa" membeli emas 91.6 % tapi dapetnya 75%, bisa makan ati tuh... :D
bersambung ke bagian 2
Mulai dari di situs forum kaskus.us, www.google.com, ask.yahoo.com dst.
Berikut adalah isi thread saya di kaskus :
Permisi Momod dan Admin Kaskus....Dari thread tesebut, aku mendapat beberapa PM dan balasan dari seseorang yg berbisnis di scarp platinum. Namun ketika dihubungi ternyata agak susah dan sepertinya dia tidak memiliki toko yg nyata... jadinya cancel.
Barang yg dicari :
Toko atau pengrajin yg biasa mengerjakan cincin platina (bukan emas putih).
Platina = Platinum = Unsur kimia Pt.
Model :
Sederhana, bulat sempurna tanpa mata/permata.
Harga :
Mohon ajukan saja harga / gram nya.
Jumlah :
Satu pasang.
Kontak :
Silahkan tinggalkan link di thread ini, atau kirim email ke silverant[at]gmail.com
Waktu :
Segera sebelum * * 2011.
Demikian... jika ada info tentang penjual/toko atau link yg jual cincin tersebut di atas, mohon bantuannya ya Agan sekalian....
Mohon maaf kalo salah kamar, saya cari yg paling cocok di sini karena ada perhiasan.
Dari hasil pencarian di dunia maya, aku mendapatkan info bahwa di Jakarta yg jual cincin platinum cuma di salah satu toko perhiasan di Mall Plaza Indonesia dan toko Kaliem di Melawai, Blok M. Di Jakarta susah sekali mencari perhiasan platina.
Akhirnya, weekend saya (dan pacar saya) ke toko Kaliem dengan objective : Menanyakan seluk beluk cincin platina, mulai dari harga, kadar, garansi, harga jual, harga beli dst. dan juga mencari alternatif selain platina.
Dan benar saja, hampir tiap toko emas dan perhiasan di Blok M square dan melawai plasa kami tanya, dan hanya toko Kaliem ini yg bersedia memesankan cincin platina. Wow...
Di toko kaliem ini, kami dilayani oleh langsung dua orang... (mungkin karena dikira langsung mau beli platina, padahal mau nanya-nanya dulu :p ), dan pelayanannya sangat baik. Ramah dan jujur (ini yg penting). Karena kita beli logam mulia (platina/emas), jangan sampai dibohongi. Perlu diketahui, rata-rata toko emas Jakarta mengatakan bahwa emas 22 karat = 75%, jiah... dikiranya orang bodo apa yak, dan di toko Kaliem ini jujur.
Perlu diketahui, kadar emas murni itu 24 karat. so kalo kadarnya 22 karat artinya 22/24 = 91.6 %. Nah lho, trus 75% itu berapa karat dong ? Hitung aja lagi... 75% = 75/100 = 18/24 karat. Jadi emas dengan kadar 75% = 18 karat.
Apa artinya kadar 75% kadar 91.6% apa pengaruhnya ? Bagi yg berniat membeli emasnya sangat berpengaruh. emas 75% berarti berat emasnya hanya 75% dari berat perhiasan. So misalnya punya cincin 10 gram dengan kadar 75%, artinya emas kamu cuma 7.5 gram. Nah... trus sisanya apa dong ? sisanya campuran logam lain yg lebih keras.
Emas putih biasanya merupakan campuran emas dengan nikel, mangan, atau palladium.
Emas kuning biasanya merupakan campuran emas tembaga dan perak.
Ada lagi warna emas merah, ungu dan hijau, tergantung bahan pencampurnya mulai dari alumunium hingga seng.
Logamnya macam-macam, bisa tembaga, nikel, paladium, aluminium, perak dst. Masing-masing logam campuran ini memberikan warna akhir yg berbeda-beda.
Trus kenapa dicampur segala ? kok ga emas 100% saja untuk cincin / kalung / gelang ? karena sifat emas yg lunak, jadi kalo cincin kamu 24 karat, maka akan mudah bengkok-benkok, karena emas memang logam lunak :)
Back to topic, trus apa masalahnya ?
Sebenarnya ga ada masalah, asal kamu tau apa yg kamu beli. Maksudku, ketika kita pengin emas 22 Karat dan kita diberi emas 91.6% ga ada masalah, begitu juga ketika kita minta emas 18K diberi 75% ga ada masalah. Yang jadi masalah ketika kebanyakan toko emas bilang bahwa 22 Karat = 75%, yang tentu saja tidak benar.
Terus terang saat itu sempat merasa "wow murah sekali emas di Jakarta ?". Parameter murahnya karena saya bandingkan dengan harga emas internasional di www.kitco.com atau di www.logammulia.com.
Ketika itu saya nanya berapa harga emas 22 Karat, dan dikatakan sekitar Rp 290.000,- ini tentu sangat murah karena harga emas di internasional masih sekitar Rp 380.000,- per gram. Hitung-hitungannya, 22/24 * Rp 380.000 = Rp 366.400 berarti murah banget kan !
Nah di sinilah kita perlu hati-hati, jangan tergiur dengan harga murah... akhirnya nanya deh, 22K itu = 91.6 kan ? dan ternyata mereka bilang 22K = 75% (yg harusnya 75% = 18K). Nah lo.. pantesan... kalo 18 karat sih berarti harganya wajar ...
Hitungannya 18/24 * 380.000 = 288.400 yang berarti tidak jauh dari harga yang ditawarkan, Rp 290.000.
Untung ga tergiur kan.. bayangkan kalo merasa sudah "merasa" membeli emas 91.6 % tapi dapetnya 75%, bisa makan ati tuh... :D
Ah ga ngaruh.. mau emasnya 100%, 75%, 50% ga ngaruh yg penting bentuknya bagus.Humm... kalo kamu sudah bilang gitu, ga apa-apa juga sih, kan yg penting senang :p
bersambung ke bagian 2
January 28, 2011
Review Mesin Cuci Samsung WA 70V3
Setelah beberapa hari menggunakan mesin cuci ini, saatnya memberikan penilaian :)
Mesin cuci ini datang pada saat yg sangat tepat, karena ga enak badan beberapa hari dan tidak bisa pulang cepat dari kantor, akhirnya cucian menumpuk selama hampir 10 hari ( hehehe ).
Sabtu siang kebingungan karena baju untuk kerja hari senin tidak ada, dan jika di laundry pun bisa kelar hari selasa malam (karena hari minggu tidak libur, dan cucian sabtu siang diproses senin pagi ) T___T
so.. akhirnya solusi terbaik adalah beli mesin cuci :)
Beli di jalan raya Ceger dekat Bintaro, dengan harga yg lumayan murah (hasil nawar sejam bareng ama pacar ane :p ).
Kenapa pilih Mesin Cuci Samsung WA 70V3 ?
1. karena terakhir kali pergi ke service center Samsung yg ada di alamat Arteri Pondok Indah, dilayani dengan sangat baik dan cepat. Penggantian spare part benar-benar tidak dikenakan biaya, pekerjaan cepat, dan diberi notifikasi (ditelpon) ketika pekerjaan service sudah selesai.. intinya karena puas dengan pelayanan service center Samsung di Pondok Indah :)
2. Karena modelnya keren, simple dan manis... bagian dalam tabungnya bentuk diamond (diamond drum), tampilan luarnya juga cantik :)
3. Ada fuzzy logic. Anak yg kuliah di jurusan Informatika pasti pernah dengar dengan salah satu metode kecerdasan buatan ini, so kupikir.. pasti mantap nih.... udah pake fuzzy logic :D
4. Masuk ke budget, kapasitas 7kg juga pas. Menurutku, ini yg paling cocok denganku. Canggih, bagus, sesuai budget, dan kapasitas juga pas.
Oh ya, mesin cuci ini buatan Thailand dan kulihat mesin cuci merek jepang yg lain (yg lebih mahal) juga buatan Thailand... so sama aja :p (kapan ya mesin cuci topload semacam ini dibuat di Indonesia?)
Pemasangan
Pemasangan ternyata agak ribet, karena selang input air dia dan kabel powernya tidak terlalu panjang. Pemasangan selang input air ini juga harus rapat dan ini yg agak susah karena keran saya tidak sama diameternya dengan adaptor bawaan. tapi akhirnya bisa diakalin menggunakan isolasi pipa :p ( punya rumah membuatmu bisa benerin pipa, bercocok tanam, benerin kelistrikan dst... liat aja ntar :D )
so... setelah dipasang, langsung deh dinyalakan....
kesan pertama wah canggih bener nih mesin cuci, ketika dihidupkan ada suara (notifikasi) dan led nya menyala. Tombol-tombolnya lunak (soft key) jadi kesannya bukan mesin cuci biasa. Setelah menekan tombol untuk mengeset program, level air dan kemudian tombol start jalanlah dia....
Engine Running ...
Pertama dia memasukkan air lewat selang secara otomatis, setelah air masuk sejumlah sesuai setting level air, mesin mulai jalan.
Suara mesinnya halus, tidak seperti mesin cuci di rumah mamah yg model dua tabung. mantap :)
Setelah beberapa kali mengeluarkan air, mengeluarkan air secara otomatis, membilas dan kemudian mengeringkan, akhirnya kelar (semuanya secara otomatis). Muncul tulisan check filter (respon normal ketika dia selesai mencuci).
Power di Off kan, tabung dibuka, ternyata cucian yg ada belum kering-kering sekali, mungkin sekitar 85% kering, masih perlu di angin-anginkan. Sebenarnya di mesin cuci ini ada mode "air turbo" yg diklaim akan membuat cucian kering hampir sempurna, namun sampai saat ini belum pernah ane pakai, karena belum butuh, butuh tambahan waktu yg lebih lama (kira-kira 30 menit lebih lama), dan takut kalau kalau merusak pakaian (hanya ketakutan tak beralasan ? ).
Malam itu, mesin cuci bekerja keras.... 24 jam pertama di rumah, dia nyuci sampai 4 kali... 4 batch, saking banyaknya cucian tapi ok ok aja tuh....
Listrik ? tercantum di situ 330W. Kenyataannya ? aku ga begitu tau, tapi selama nyuci 4 kali itu dia butuh listrik ga sampai Rp 2000 (ane tau karena ane pake listrik prabayar, dan pas mulai nyuci malam itu, posisi di Rp 33.000 dan sampai hari berikutnya masih di 31.xxx ) so... menurutku masih irit lah.... :)
Kesimpulan...
Plus (tidak terurut berdasarkan prioritas) :
1. Mesin halus.
2. Cukup irit listrik.
3. Sangat mudah dioperasikan.
4. Ada fungsi child lock (yg penting bagi keluarga baru yg punya anak kecil).
5. Bentuknya bagus.
6. Sangat praktis, masukkan detergent, pelembut, dan pakaian hidupkan, tinggal tidur besok udah 80% kering :)
Minus (tidak terurut berdasarkan prioritas) :
1. Inputan air harus kencang.
2. Tidak disertakan kabel ground (mencegah kesetrum).
3. Selang output tidak ada cantelannya, jadi tercecer waktu gak digunakan.
4. Proses mencuci agak lama (mungkin memang normal).
5. Satu bajuku sobek, tapi memang baju ini sudah lama sih... tapi setahuku sebelum dicuci belum sobek... tampaknya memang mesin cuci lebih merusak daripada mencuci dengan tangan... Sebaiknya ada mode soft untuk pakaian-pakaian yg lembut.
6. Tidak ada manual mode override. Simple memang menyenangnkan, tapi alangkah bagusnya jika ada manual override. misal mau wash berapa menit terserah kepada user nya.
Sampai saat ini sangat puas, sekarang cucian ga pernah numpuk lagi, tiap maksimal dua hari sekali ane masukin baju ke mesin cuci, ane tinggal tidur, paginya tinggal jemur dalam rumah. Pulang kantor biasanya sudah kering :)
Yang masih menjadi masalah, sekarang cucian bersih yg udah kering numpuk di kamar, belum di seterika...
Kapan ada yg bikin mesin seterika otomatis ya ?
:)
Mesin cuci ini datang pada saat yg sangat tepat, karena ga enak badan beberapa hari dan tidak bisa pulang cepat dari kantor, akhirnya cucian menumpuk selama hampir 10 hari ( hehehe ).
Sabtu siang kebingungan karena baju untuk kerja hari senin tidak ada, dan jika di laundry pun bisa kelar hari selasa malam (karena hari minggu tidak libur, dan cucian sabtu siang diproses senin pagi ) T___T
so.. akhirnya solusi terbaik adalah beli mesin cuci :)
Beli di jalan raya Ceger dekat Bintaro, dengan harga yg lumayan murah (hasil nawar sejam bareng ama pacar ane :p ).
Kenapa pilih Mesin Cuci Samsung WA 70V3 ?
1. karena terakhir kali pergi ke service center Samsung yg ada di alamat Arteri Pondok Indah, dilayani dengan sangat baik dan cepat. Penggantian spare part benar-benar tidak dikenakan biaya, pekerjaan cepat, dan diberi notifikasi (ditelpon) ketika pekerjaan service sudah selesai.. intinya karena puas dengan pelayanan service center Samsung di Pondok Indah :)
2. Karena modelnya keren, simple dan manis... bagian dalam tabungnya bentuk diamond (diamond drum), tampilan luarnya juga cantik :)
3. Ada fuzzy logic. Anak yg kuliah di jurusan Informatika pasti pernah dengar dengan salah satu metode kecerdasan buatan ini, so kupikir.. pasti mantap nih.... udah pake fuzzy logic :D
4. Masuk ke budget, kapasitas 7kg juga pas. Menurutku, ini yg paling cocok denganku. Canggih, bagus, sesuai budget, dan kapasitas juga pas.
Oh ya, mesin cuci ini buatan Thailand dan kulihat mesin cuci merek jepang yg lain (yg lebih mahal) juga buatan Thailand... so sama aja :p (kapan ya mesin cuci topload semacam ini dibuat di Indonesia?)
Pemasangan
Pemasangan ternyata agak ribet, karena selang input air dia dan kabel powernya tidak terlalu panjang. Pemasangan selang input air ini juga harus rapat dan ini yg agak susah karena keran saya tidak sama diameternya dengan adaptor bawaan. tapi akhirnya bisa diakalin menggunakan isolasi pipa :p ( punya rumah membuatmu bisa benerin pipa, bercocok tanam, benerin kelistrikan dst... liat aja ntar :D )
so... setelah dipasang, langsung deh dinyalakan....
kesan pertama wah canggih bener nih mesin cuci, ketika dihidupkan ada suara (notifikasi) dan led nya menyala. Tombol-tombolnya lunak (soft key) jadi kesannya bukan mesin cuci biasa. Setelah menekan tombol untuk mengeset program, level air dan kemudian tombol start jalanlah dia....
Engine Running ...
Pertama dia memasukkan air lewat selang secara otomatis, setelah air masuk sejumlah sesuai setting level air, mesin mulai jalan.
Suara mesinnya halus, tidak seperti mesin cuci di rumah mamah yg model dua tabung. mantap :)
Setelah beberapa kali mengeluarkan air, mengeluarkan air secara otomatis, membilas dan kemudian mengeringkan, akhirnya kelar (semuanya secara otomatis). Muncul tulisan check filter (respon normal ketika dia selesai mencuci).
Power di Off kan, tabung dibuka, ternyata cucian yg ada belum kering-kering sekali, mungkin sekitar 85% kering, masih perlu di angin-anginkan. Sebenarnya di mesin cuci ini ada mode "air turbo" yg diklaim akan membuat cucian kering hampir sempurna, namun sampai saat ini belum pernah ane pakai, karena belum butuh, butuh tambahan waktu yg lebih lama (kira-kira 30 menit lebih lama), dan takut kalau kalau merusak pakaian (hanya ketakutan tak beralasan ? ).
Malam itu, mesin cuci bekerja keras.... 24 jam pertama di rumah, dia nyuci sampai 4 kali... 4 batch, saking banyaknya cucian tapi ok ok aja tuh....
Listrik ? tercantum di situ 330W. Kenyataannya ? aku ga begitu tau, tapi selama nyuci 4 kali itu dia butuh listrik ga sampai Rp 2000 (ane tau karena ane pake listrik prabayar, dan pas mulai nyuci malam itu, posisi di Rp 33.000 dan sampai hari berikutnya masih di 31.xxx ) so... menurutku masih irit lah.... :)
Kesimpulan...
Plus (tidak terurut berdasarkan prioritas) :
1. Mesin halus.
2. Cukup irit listrik.
3. Sangat mudah dioperasikan.
4. Ada fungsi child lock (yg penting bagi keluarga baru yg punya anak kecil).
5. Bentuknya bagus.
6. Sangat praktis, masukkan detergent, pelembut, dan pakaian hidupkan, tinggal tidur besok udah 80% kering :)
Minus (tidak terurut berdasarkan prioritas) :
1. Inputan air harus kencang.
2. Tidak disertakan kabel ground (mencegah kesetrum).
3. Selang output tidak ada cantelannya, jadi tercecer waktu gak digunakan.
4. Proses mencuci agak lama (mungkin memang normal).
5. Satu bajuku sobek, tapi memang baju ini sudah lama sih... tapi setahuku sebelum dicuci belum sobek... tampaknya memang mesin cuci lebih merusak daripada mencuci dengan tangan... Sebaiknya ada mode soft untuk pakaian-pakaian yg lembut.
6. Tidak ada manual mode override. Simple memang menyenangnkan, tapi alangkah bagusnya jika ada manual override. misal mau wash berapa menit terserah kepada user nya.
Sampai saat ini sangat puas, sekarang cucian ga pernah numpuk lagi, tiap maksimal dua hari sekali ane masukin baju ke mesin cuci, ane tinggal tidur, paginya tinggal jemur dalam rumah. Pulang kantor biasanya sudah kering :)
Yang masih menjadi masalah, sekarang cucian bersih yg udah kering numpuk di kamar, belum di seterika...
Kapan ada yg bikin mesin seterika otomatis ya ?
:)
BNI Go Green
BNI sebagai Bank yg berkomitment akan gerakan Go Green membuktikan dan melaksanakan Go Green ini tidak berhenti hanya di slogan saja.
BNI bertindak nyata dengan menanam pohon di berbagai tempat, mengurangi penggunaan kertas di kantor dengan paperless program, mengurangi penggunaan kertas di struk ATM dengan menampilkan saldo di layar, menggunakan kertas daur ulang untuk kalender dan agenda BNI, serta mengajak peran serta masyarakat dengan mengajak menerbitkan kalender yg isinya bertemakan go green dan mengajak menanam pohon sengon buto dan menyediakan benihnya yg disertakan di kalender meja BNI.
Itulah tindakan nyata BNI, apakah tindakan nyata kita ?
Inilah beberapa hal yg bisa kita lakukan ?
1. sebagai nasabah BNI Anda bisa, tidak mencetak struk pada saat mengambil uang dari ATM. Saat ini menampilkan saldo di layar default, namun juga diperlukan masih bisa kok melalui menu penarikan non-cepat. :)
2. Jika Anda nasabah kartu kredit BNI, anda bisa pilih e-billing agar billing anda dikirimkan ke alamat email, sehingga ikut membantu penghematan kertas. Bayangkan jika semua nasabah kartu kredit BNI yg mencapai 1.4 juta tiap bulan dikirimi billing, berapa banyak kertas yg digunakan, berapa banyak pohon yg ditebang ?
:)
January 7, 2011
banyak dll32.exe di task manager
Pernah melihat proses dll32.exe yg banyak sekali di task manager ?
coba cek scheduled task anda.
Start -> Accesoris -> System Tools -> Scheduled Task
Cek apakah ada schedule-schedule yg mencurigakan ?
Delete semua scheduled tas yg seharusnya tidak ada.
Restart komputer, cek shceduler lagi, apakah ada schedule baru yg mencurigakan.
Semoga membantu.
:)
coba cek scheduled task anda.
Start -> Accesoris -> System Tools -> Scheduled Task
Cek apakah ada schedule-schedule yg mencurigakan ?
Delete semua scheduled tas yg seharusnya tidak ada.
Restart komputer, cek shceduler lagi, apakah ada schedule baru yg mencurigakan.
Semoga membantu.
:)
September 21, 2010
Samsung SGH-U600 tips
I’m going to show you some tips for Samsung SGH-U600 which I gathered from the internet.Here is a list of tricks (you probably don’t know this trick’s but they are cool):Samsung SGH-U600 tricks
Flashlight: When you slide up your phone try pushing the up/down volume button at the side for about 1-2 seconds, this will activate the led light normally used for the camera. Now you can find your key’s :)
When the mp3 player is minimized, you can control it by using your navigation buttons in the main screen:
Long hold the right navigation button will bring up the next track in your playlist.
Long hold the down navigation button will stop the mp3 player.
Long hold the left navigation button will bring up the previous track in your playlist.
Long hold the center navigation button (the I (internet)) button will pause the track.
Samsung SGH U600 tips: Special codes
* *#0228# This code will allow you to check the battery status of your Mobile by pushing down 2 times!
* *#1234# This code will allow you to check your firmware version!
* *#4777*8665# This code brings you in a special menu where you can detach your gprs to improve your battery life!
* *#0842# This code will test the vibration function of your mobile
* *#9998*4678255# This code will allow you to install java games on your U600 mobile
Samsung SGH U600 tips: Some Known firmware bugs
* Mp3 player doesn’t play the last 3 seconds of an mp3 file
* The alarm doesn’t work in silent mode
* While typing a message when mp3 player is on, the Add word function doesn’t work properly.
* When receiving a file via Bluetooth, there is no option to store it to the memory card so the size is limited to the phone memory
* When there are movies in the my video’s section of the phone memory and you try to play a movie full screen from your memory card, the phone just switches to camera mode. That’s very strange!
These bugs are present in firmware: U600XXGD2
Flashlight: When you slide up your phone try pushing the up/down volume button at the side for about 1-2 seconds, this will activate the led light normally used for the camera. Now you can find your key’s :)
When the mp3 player is minimized, you can control it by using your navigation buttons in the main screen:
Long hold the right navigation button will bring up the next track in your playlist.
Long hold the down navigation button will stop the mp3 player.
Long hold the left navigation button will bring up the previous track in your playlist.
Long hold the center navigation button (the I (internet)) button will pause the track.
Samsung SGH U600 tips: Special codes
* *#0228# This code will allow you to check the battery status of your Mobile by pushing down 2 times!
* *#1234# This code will allow you to check your firmware version!
* *#4777*8665# This code brings you in a special menu where you can detach your gprs to improve your battery life!
* *#0842# This code will test the vibration function of your mobile
* *#9998*4678255# This code will allow you to install java games on your U600 mobile
Samsung SGH U600 tips: Some Known firmware bugs
* Mp3 player doesn’t play the last 3 seconds of an mp3 file
* The alarm doesn’t work in silent mode
* While typing a message when mp3 player is on, the Add word function doesn’t work properly.
* When receiving a file via Bluetooth, there is no option to store it to the memory card so the size is limited to the phone memory
* When there are movies in the my video’s section of the phone memory and you try to play a movie full screen from your memory card, the phone just switches to camera mode. That’s very strange!
These bugs are present in firmware: U600XXGD2
taken from http://www.youritronics.com/samsung-sgh-u600-tips/
Subscribe to:
Posts (Atom)